Pizza di Seluruh Dunia: Bagaimana Topping Bervariasi dari Italia ke Dapur Global
Pizza, hidangan favorit yang berasal dari Naples, Italia, telah melampaui batas dan menjadi sensasi global. Sementara akarnya terletak pada masakan Neapolitan, di mana pizza sederhana di atasnya dengan tomat segar, mozzarella, dan gerimis minyak zaitun, dunia pizza sejak itu meledak dengan kreativitas. Berbagai negara telah memberikan sentuhan unik pada hidangan ini, menambahkan berbagai topping yang mencerminkan selera, bahan, dan tradisi kuliner lokal.
Di Italia, pizza adalah seni suci. Pizza Neapolitan dianggap sebagai standar emas, dengan keraknya yang lembut dan kenyal serta topping klasik seperti Margherita—tomat, mozzarella, dan kemangi. Namun, saat Anda menjelajah ke berbagai wilayah di Italia, Anda akan menemukan variasi visit us yang menampilkan palet lokal. Di Sisilia, misalnya, pizza sering disajikan dengan kerak yang lebih tebal dan lembut dan atasnya dengan ikan teri, caper, dan zaitun. Kombinasi bahan-bahan manis dan asin merupakan anggukan pada sejarah dan lokasi geografis pulau ini.
Saat pizza berkeliling dunia, pizza berubah menjadi makanan kenyamanan internasional. Di Amerika Serikat, pizza memiliki kehidupannya sendiri. New York terkenal dengan irisan besarnya yang besar dan tipis, sering diberi berbagai daging seperti pepperoni, sosis, dan bacon. Sementara itu, pizza hidangan dalam Chicago menawarkan pengalaman yang sama sekali berbeda—kerak tebal dan mentega yang diisi dengan lapisan keju, tomat tebal, dan topping yang lezat. Adegan pizza AS beragam, dengan kreasi unik seperti pizza ayam BBQ, pizza ayam kerbau, dan bahkan pizza taco, yang mencerminkan kecintaan negara pada rasa berani dan masakan yang beragam.
Di Jepang, pizza merangkul perpaduan bahan-bahan Barat dan Timur. Meskipun Anda masih akan menemukan makanan klasik seperti Margherita, Anda juga akan menemukan pizza dengan atasnya dengan ayam teriyaki, cumi-cumi, atau bahkan mayones. Rantai pizza Jepang sering menawarkan pilihan inventif, seperti pizza “Mayo Jaga”, yang menyajikan kentang tumbuk, bacon, dan gerimis mayones yang banyak. Ini adalah perpaduan yang mengejutkan namun lezat antara rasa yang akrab dan tidak konvensional.
Di Brasil, pizza memiliki sifat yang lebih memanjakan. Di sini, topping pizza berkisar dari keju dan tomat klasik hingga pilihan yang lebih eksotis seperti catupiry (keju Brasil yang lembut), jantung sawit, dan bahkan cokelat. Kecintaan Brasil pada kombinasi manis dan gurih membuat pizza mereka unik dan seringkali sedikit lebih manis daripada pizza Italia mereka.
Di Timur Tengah, pizza mengambil sentuhan yang lebih Mediterania. Di Lebanon, misalnya, varian populer diberi topping za’atar, campuran rempah-rempah Timur Tengah yang terbuat dari thyme, biji wijen, dan sumac, memberikan rasa herba dan tajam yang berbeda. Di Turki, pide—sering digambarkan sebagai pizza Turki—menampilkan topping seperti domba cincang, telur, dan sayuran, semuanya terbungkus kerak berbentuk perahu yang renyah.
Dunia topping pizza sama beragamnya dengan budaya yang telah mengadopsinya. Dari klasik sederhana Italia hingga kreasi eksperimental negara lain, pizza terus berkembang, membuktikan bahwa meskipun asal-usulnya tetap dihargai, pizza akan selalu menjadi kanvas untuk ekspresi kuliner global.